Modul 3.1 . Eksporasi KOnsep bagian Bujukan Moral dan Dilema etika

  2.2 Bujukan Moral dan Dilema Etika

Bismillah, sekarang kita mencoba memahami  tentang materi  bujukan moral dan dilema etika. 

Bersama Hati NUrahayu, CGP7 Kabupaten Bandung 

  • CGP dapat membedakan dilema etika (ethical dilemma) dengan bujukan moral(moral temptation). 
  • CGP dapat mengidentifikasi jenis dilema etika berdasarkan 4 paradigma, baik dilema yang dihadapi orang lain maupun diri sendiri.
  • CGP bersikap reflektif, kritis, kreatif, dan terbuka dalam menganalisis dilema tersebut.

Dilema Etika dan Bujukan Moral 


4 Paradigma Dilema Etika 



3 Prinsip DIlema ETika dan MEngambil Keputusan 

CGP  diajak untuk mengingat kembali peristiwa di mana Anda mengambil sebuah keputusan sulit, atau mengamati bagaimana pimpinan Anda mengambil suatu keputusan. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua keputusan sulit tersebut merupakan dilema etika. Ada kalanya masalah yang kita hadapi lebih berupa bujukan moral. Untuk mendalami lebih lanjut perbedaannya, di kegiatan ini kita akan belajar mengidentifikasi dan memahami jenis-jenis dilema serta paradigma dalam pengambilan keputusan. Sebelumnya, simaklah pertanyaan pemantik berikut, dan tentukan mana yang merupakan dilema etika, dan mana yang bujukan moral.


Keputusan apa yang akan Anda ambil dalam situasi-situasi di bawah ini?

  1. Rayhan adalah seorang murid kelas 12 yang sangat berbakat dalam bidang seni. Dia juga sopan dan baik hati. Dia selalu membuat orang terkesan dengan karya-karya seni yang dibuatnya. Namun dia kurang memahami dan menguasai pelajaran Matematika. Nilai-nilainya untuk pelajaran Matematika selalu di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Sebelum mengikuti Ujian Akhir SMA dan pengumuman kelulusan SMA, Rayhan sudah diterima di universitas pilihannya di jurusan Seni dengan program beasiswa. Pada hari ujian akhir sekolah pelajaran Matematika, Pak Didi adalah guru pengawas ujiannya. Pak Didi memergoki Rayhan menyontek pada saat ujian akhir sekolah Matematika. Rayhan pun sudah mengakuinya ketika ditanya oleh Pak Didi. Setelah ujian selesai, Pak Didi menghadap kepala sekolah, Ibu Dian. Ibu Dian paham, bila sekolah menindaklanjuti kasus ini sesuai peraturan, Rayhan bisa kehilangan kesempatannya untuk mendapatkan beasiswa di universitas impiannya atau bila ia berbelas kasihan pada Rayhan dan menyimpan kejadian ini rapat-rapat, berarti Ibu Dian tidak mengikuti peraturan sekolah, mungkin Pak Didi akan mempertanyakan prinsip keadilan yang selama ini mereka junjung di sekolah.
  2. Pak Doni adalah seorang kepala sekolah yang baru diangkat di SMA Bakti Nusantara. Tahun ajaran ini, sekolah tersebut menerima dana Tanggung jawab Sosial Perusahaan/Corporate Social Responsibility (CSR)  dari sebuah perusahaan minyak yang peduli pada dunia pendidikan. Dana tersebut diberikan pada sekolah untuk membiayai pelatihan guru dalam bidang literasi digital. Setelah acara pelatihan guru selesai, Ibu Rini, bendahara kegiatan mengatakan pada Pak Doni bahwa guru-guru bertanya apakah akan ada acara makan-makan. Bu Rini juga mengatakan masih ada sisa dana CSR tersebut, dan biasanya setiap selesai kegiatan pelatihan, sisa dana digunakan untuk makan-makan para guru di restoran dekat sekolah. Ibu Rini pun sebagai bendahara panitia, sudah terbiasa membuat kwitansi palsu untuk membiayai acara tersebut, atas sepengetahuan kepala sekolah sebelumnya.  Bila Anda menjadi Pak Doni, keputusan apa yang akan Anda ambil?

Situasi manakah yang lebih menantang bagi Anda untuk mengambil keputusan?  Mengapa?

Membuat pilihan kepentingan pribadi atau kelompok kecil. Karena melihat kelebihan dari sisi lain, dan kesalahan yang dialami karena tidak  menguasai satu mata pelajaran yang diampu dengan melakukan menyontek. Maka  tindakan yang dilakukan ibu Dian  melihart faktor jangka pendek dan jangka panjang.  Memberikan arahan kepada Reyhan untuk memperbaiki dan tidak mengulangi kesalahan yang sudah diakui Reyhan. Disini yang diambil Ibudian mengambil keputusan Berbasis Hasil akhir dan rasa peduli kepada reyhan.


Apabila saya menjadi pak Doni, maka tidak akan  menempatkan  keputusan yang salah dengan memalsukan  kuitansi untuk  makan-makan  yang seharusnya untuk kegiatan  Pelatihan yang diadakan. Dimana  mengambil keputusan berbasis Peraturan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus 1 Dilema Etika Modul 3.1