Modul 3.1. Mulai dari Diri pertanyaan 5
Catatan Hati Nurahayu, CGP 7 Kabuoaten Bandung
Seorang pendidik, guru harus memiliki keterampilan pengambilan keputusan yang baik. Kaitannya dalam lingkup sekolah terutama sebagai pemimpin pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas, guru dalam mengambil keputusan hendaknya memerdekakan murid-muridnya. Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yang tepat yaitu pengambilan keputusan berbasis etika, sesuai visi misi berpihak pada murid, budaya positif serta nilai-nilai yang dianggap penting dalam sebuah institusi sehingga prinsip-prinsip dasar yang menjadi acuan akan jelas yang mewujudkan lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman sehingga bakat dan potensi dalam diri siswa bisa tercapai secara optimal hingga tercipta profil pelajar pancasila.
Pengambilan keputusan yang tepat dan bijak sebagai pemimpin pembelajaran akan sangat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya. Seorang guru ketika mengambil sebuah keputusan akan menjadi pembelajaran bagi setiap muridnya. Keputusan-keputusan itu akan menjadi teladan serta memotivasi dan mendukung potensi murid. Dan pada akhirnya membawa pengalaman yang sedikit banyak mempengaruhi cara berfikir mereka kelak. Setiap keputusan yang dibuat seorang guru dalam pembelajaran akan memaksimalkan potensi setiap anak atau sebaliknya. Sehingga keberhasilan seorang guru bukan hanya mengajarkan kecerdasan kognitif melainkan kecerdasan social- emosional serta spiritual secara menyeluruh. Hal ini sesuai dengan filososi Ki Hajar Dewantara bahwasanya maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat. (Ki Hadjar Dewantara, 1936, Dasar-dasar Pendidikan, hal. 1, Paragraf 4)
Kesimpulan dari tulisan ini yaitu menurut Ki Hadjar Dewantara, hakikat pendidikan adalah sebagai usaha untuk menginternalisasikan nilai-nilai budaya ke dalam diri anak, sehingga anak menjadi manusia yang utuh baik jiwa dan rohaninya. Untuk mencapai kebebasan berpikir dengan merdeka belajar, guru senantiasa selalu berinovasi dalam menyajikan pembelajaran dengan mandiri, berani dan percaya diri sesuai nilai dan peran guru penggerak agar pembelajaran berpusat pada anak. Sehingga anak secara aktif menemukan dan mengembangkan potensinya. Mampu berpikir secara luas dan bebas dipadukan dengan esensialisme yang memegang teguh budaya namun guru tetap memberi keteladan sesuai nilai dan peran guru penggerak (Ing Ngarso Sung Tuladha), ditengah selalu memberi semangat dan motivasi serta berkarya dan berinovasi (Ing Madyo Mangun Karso) dibelakang memberi dorongan (Tut wuri handayani).
sumber : https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/pengambilan-keputusan-sebagai-pemimpin-pembelajaran-2/
Komentar
Posting Komentar